KIA Dan Mercedes ‘Cabut’ Dari Gaikindo

Sebagai organisasi non-profit, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo dipandang sebagai badan yang cukup vital dalam pendataan jual beli kendaraan bermotor. Peran Gaikindo sendiri menghasilkan simbiosis mutualisme antar produsen atau Agen Pemegang Merk di Indonesia dan tentunya negara Indonesia sebagai otoritas dalam sektor pajak hasil penjualan kendaran bermotor.

Sumber: carslogos.com

Diawal tahun 2018 berita mengejutkan datang dari Mercedes Benz Distribution Indonesia (red: MBDI) dimana mereka melanggar ketentuan dan regulasi yang diberikan Gaikindo soal data penjualan oleh MBDI. Gaikindo sebagai badan pengawas jual-beli kendaraan bermotor mengadopsi peraturan Menkeu no 79 tahun 2013 mengenai aturan dan format baku laporan dan data penjualan yang berkenaan dengan pajak.

Pihak MBDI melalui perwakilannya Daimler mengatakan bahwa terjadi perbedaan pendapat antara Gaikindo dengan pemasok Mercedes Indonesia terkait laporan data penjualan. Kebijakan Daimler sebagai otoritas pemasok MBDI di Jerman menyatakan bahwa mereka merasa tidak perlu memberikan laporan terperinci terkait penjualan Mercedez di Indonesia. Standar dari data penjualan Mercedez di seluruh dunia memang tidak mencantumkan organisasi atau asosiasi otomotif sebagai pihak yang sah untuk Mercedes memberikan informasi soal Wholesales, dan sebagai solusinya MBDI memilih untuk menyerahkan data tersebut kepada Menteri Perindustrian.

Sumber: kiss png

Dari KIA sendiri, keluarnya KIA dari keanggotaan Gaikindo dikarenakan mereka tidak menyerahkan data penjualan terhitung dari bulan April 2018 sampai Juni 2018, untuk alasan mengapa hal tersebut terjadi, Harry Yanto sebagai General Manager Business & Development KIA Mobil Indonesia enggan memberikan alasannya.

Kunjungi Juga Gallery Kami Di Tkb Group Indonesia