3 Metode Proses Pembuatan Velg Mobil

Harga sebuah velg mobil sangat dipengaruhi oleh nama populer produsen pembuatnya. Selain itu, harga velg juga dipengaruhi oleh cara pembuatannya yang menerapkan beberapa metode yang berbeda. Metode-metode ini mempengaruhi hasil velg dan juga kualitasnya. Pada dasarnya ada tiga teknik atau metode pembuatan velg mobil yang diketahui secara umum, yakni Casting, Flow Forming, dan Forging. Ketiganya menggunakan cara yang berbeda dan hasilnya berbeda-beda pula. Perhatikan ulasan prosesnya berikut.

Metode Pembuatan Velg

1. Casting

Pada metode pembuatan velg mobil ini dibuat dengan menggunakan teknik cetakan. Seluruh material bahan baku dilelehkan hingga mencair, setelah itu material dituang ke dalam cetakan velg yang diinginkan. Setelah cetakan velg terbentuk, proses finishing diterapkan untuk menghilangkan bagian yang tidak rata dan kasar. Proses finishing juga termasuk membersihkan dan menyempurnakan bentuk velgnya. Proses yang paling akhir adalah dengan memberi warna dengan menggunakan cat sesuai pola kebutuhan produksi.

Teknik casting digunakan pada produksi velg pada hampir semua mobil. Veld dengan teknik ini pada umumnya diproduksi dalam jumlah yang banyak sehingga harganya pun murah. Kelemahannya, velg dengan teknik casting ini berbobot lebih berat daripada velg yang diproduksi dengan teknik lain. Kualitas cetakan dan modelnya pun menjadi terbatas.

2. Flow Forming

Jenis pembuatan velg mobil ini dimulai dengan teknik casting/cetakan lebih dahulu, kemudian berlanjut dengan pembentukan bagian lebar velg yang biasa disebut dengan flow forming. Di awal desain velg dibentuk melalui vetakan untuk mendapatkan model muka yang dibutuhkan. Pada tahap ini bagian lebar pada velg belum terbentuk dan masih padat.

Tahap kedua, setelah proses casting, velg dipasang pada sebuah mesin untuk melalui proses pemanasan. Kemudian veld diputar dan dibentuk lebar velgnya sesuai produksi yang dibutuhkan. Proses ini dianalogikan seperti pembuatan guci dari tanah liat.

Untuk teknik ini, kelebihannya adalah velg menjadi lebih kuat karena susunan bahnnya menjadi lebih padat dan kuat. Teknik flow forming ini juga menghasilkan velg yang lebih ringan dengan offset velg yabg lebih beragam.

3. Forging

Metode pembuatan velg mobil dengan tehnik forging memungkinkan velg mobil dibentuk melalui proses gabungan Flow Forming dengan teknik Pressing. Pada yeknik ini, teknik Casting tidak lagi diguankan. sehingga hasil produksi velg menjadi lebuh padat, sangat solid, namun ringan. Teknik ini menggunakan bahan yang khusus berbentuk silinder dan padat.

Silinder ini kemudian dimasukkan pada mesin untuk proses pemanasan, pengepresan, dan dibentuk sesuai pola atau desain. Setelah itu, silinder yang di-press diproses kembali melalui teknik Flow Forming. Pada tahap finishing, velg dibersihkan dan dirapikan permukaannya. Selanjutnya, velg diberi sentuhan warna yang diinginkkan.

Tinggalkan Balasan